PKL STMIK AKAKOM DAY #29

PKL STMIK AKAKOM DAY #29

Selasa, 13 Maret 2018

   Seperti biasanya aku akan menceritakan kegiatan ku PKL di STMIK AKAKOM Yogyakarta, aku masuk kelas pukul 07:15 agar tidak terlambat seperti kemarin, saat masuk kelas aku langsung membuka laptop untuk mendownload aplikasi Logicly, tapi saat itu kecepatan koneksinya agak menurun, mungkin karena Traficnya lagi ramai, jadi aku downloadnya aku pending, dan main game dulu.

   Saat main game aku diminta unutk membantu temanku yang masih belum bisa mengatur routing static di Cisco, jadi aku membantunya, Routing digunakan untuk proses pengambilan sebuah paket dari sebuah alat dan mengirimkan melalui network ke alat lain disebuah network yang berbeda. Routing dibagi menjadi 3 yaitu routin statis, routing dinamis, dan routing default. namun yang baru kupelajari di STMIK AKAKOM baru routing Statis saja.

Proses Routing IP

   Default gateway dari host 172.16.10.2 (Host_A)  dikonfigurasi ke 172.16.10.1. Untuk dapat mengirimkan paket ini ke default gateway, harus diketahui dulu alamat hardware dari interface Ethernet 0 dari router (yang dikonfigurasi dengan alamat IP 172.16.10.1 tersebut). Mengapa demikian? Agar paket dapat diserahkan ke layer Data Link, lalu dienkapsulasi menjadi frame, dan dikirimkan ke interface router yang terhubung ke network 172.16.10.0. Host berkomunikasi hanya dengan alamat hardware pada LAN lokal. Penting untuk memahami bahwa Host_A, agar dapat berkomunikasi dengan Host_B, harus mengirimkan paket ke alamat MAC dari default gateway di jaringan lokal.

   Routing statis terjadi jika Admin secara manual menambahkan route-route di routing table dari setiap router.

   Routing statis memiliki kentungan sebagai berikut :

1. Tidak ada overhead ( waktu pemrosesan ) pada CPU router ( router lebih murah dibandingkan dengan routeng dinamis )
2. Tidak ada bandwidth yang digunakan di antara router.
3. Routing statis menambah keamanan, karena administrator dapat memilih untuk mengisikan akses routing ke jaringan tertentu saja.


   Namun routing statis juga memiliki kerugian berikut :

1. Administrasi harus benar-benar memahami internetwork dan bagaimana setiap router  dihubungkan untuk dapat mengkonfigurasikan router dengan benar.
2. Jika sebuah network ditambahkan ke internetwork, Administrasi harus menambahkan sebuah route kesemua router—secara manual.
3. Routing statis tidak sesuai untuk network-network yang besar karena menjaganya akan menjadi sebuah pekerjaan full-time sendiri.

   Saat sedang membantu temanku, ada seorang temanku, utusan Pak Kuindra untuk mengajak 5 orang anak ikut ke masuk kelas kuliah di STMIK AKAKOM, aku ingin ikut tapi aku sudah ikut untuk jadwal yang hari rabu jadinya aku tidak jadi ikut.

   Setelah itu kami membuat jadwal saja siapa yang akan ikut masuk kelas ( kuliah ) agar tidak bingung, banyak yang minat ikut, namun ada juga yang tidak ikut, setelah selesai membuat jadwal, kami melanjutkan aktivitas yang tadi kami lakukan, aku membantu temanku yang belum berhasil routing static di Cisco, ada juga temanku yang sibuk main game, setelah itu aku melihat etmanku yang sedang mencoba membuat lampu flip flop di aplikasi Logicly. Kemudian aku melanjutkan main game sampai istirahat karena pagi ini sedang kosong.

   Setelah istirahat, aku melanjutkan membantu teman yang kesulitan Cisco, kemudian aku nonton youtube karena suasana sangat membosankan yang kami lakukan di kelas hanya bermain dan asik sendiri saja, pada pukul 15:00 para mentor masuk kmai dikumpulkan menjadi satu dengan jurusan yang lain unutk menonton film buatan bebrapaa anak anank yang pkl disini, setelah selesai menonton film siswi dari SMK Pembangunan Pacitan pamit karena besok jum'at sudah selesai PKL di STMIK AKAKOM, perpisahan di warnai dengan haru, banyak yang menangis karena kami sudah seperti keluarga. setiap pertemuan pasti ada perpisahan :'v. mungkin cuma ini yang dapat aku ceritakan, Terima Kasih.

Komentar